Melalui artikel ini penulis memaparkan profil, yakni karakteristik umum, potret, pendidikan, pandangan hidup serta gaya hidup keseharian ulama dalam masyarakat Aceh. Sebenarnya ulama Aceh dapat dipilah ke dalam beberapa tipe dan kategori, diantaranya ulama tradisional dan ulama pembaharu, dan artikel berikut lebih berkonsentrasi pada profil ulama tradisional yang dalam beberapa hal masih bersifat monolitik, dibandingkan dengan ulama pembaharu yang lebih variatif. Dengan teliti dan menarik penulis menjelaskan model-model pendidikan ulama tradisional yang dilangsungkan di lembaga pendidikan agama yang disebut dayah. Tercakup di sini adalah corak-corak kehidupan dalam dayah dari masa ke masa dan dari satu wilayah ke wilavah vang lain. Pandangan hidup para ulama tradisional, karena dikutuk oleh model pendidikan di dayah yang sangat terbatas, juga menjadi spesifik, misalnya, menghindari penggunaan akal dalam memahami teks agama (Qur'an hadits). Namun, karena kesalehannya, Para ulama tradisional mendapat penghormatan yang tinggi dari masyarakat sekitar.
Copyrights © 2000