Biji kopi merupakan salah satu komoditas yang banyak diperdagangkan pada era globalisasi ini. Saat ini Indonesia merupakan penghasil biji kopi ke-empat terbesar di dunia setelah Kolombia. Sekitar 83% produksi biji kopi di Indonesia terdiri dari jenis Robusta dan Arabika. Terdapat juga biji kopi Liberika dan Excelsa, namun tidak sebanyak produksi biji kopi Robusta dan Arabika menurut Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI). Banyaknya jenis biji kopi sangat menyulitkan untuk membedakannya. Oleh sebab itu, dengan mendeteksi tepi menggunakan metode Kirsch dapat dijadikan system pengujian yang cukup efektif. Pengujian dilakukan sebanyak 2 kali dengan jumlah citra 10 dan dengan citra yang berbeda setiap pengujiannya. Hasil pengujian yang dilakukan 2 kali tersebut mendapatkan hasil nilai keakurasian yang sama 100% namun didapat nilai metric yang berbeda – beda. Dengan nilai metric yang paling besar adalah 0,9152 dan terkecil adalah 0,4649. Melihat hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode deteksi tepi Kirsch dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis biji kopi.
Copyrights © 2022