Pengukuran kualitas air sungai dan waduk yang digunakan untuk kebutuhan sarana rekreasi, peternakan, perikanan, dan pertanaman diperlukan untuk menentukan pemanfaatan berdasarkan kualitas air sesuai dengan baku mutu air yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah. Pada jumlah tertentu, sampah dapat mengakibatkan kontaminasi bakteriologis serta beban nutrien yang berlebihan (euthrophication). Sampah jenis tertentu dapat menjadi limbah berbahaya yang mengadung senyawa yang beracun serta logam berat yang bersifat toksik. Metode yang digunakan dalam klasifikasi pemanfaatan kualitas air adalah metode K-Nearest Neighbors, Suport Vector Machine, Naïve Bayes, dan ensemble model. Parameter yang diukur terdiri dari temperatur, TDS, TSS, pH, COD, BOD, DO, dan curah hujan. Tujuan utama dari penelitian adalah mengetahui performa metode klasifikasi tunggal dan ensemble model dengan obyek klasifikasi peruntukan air sungai dan waduk kedalam dua kelas. Pertama, kelas untuk peruntukan sarana rekreasi, perikanan, dan peternakan. Kedua, kelas untuk peruntukan budidaya pertanaman. Hasil uji akurasi penerapan metode K-Nearest Neighbors (KNN) diperoleh hasil 86%, sedangkan melalui metode Suport Vector Machine diperoleh hasil 87%, Naïve Bayes diperoleh hasil 90,57%. Sedangkan melalui ensemble model diperoleh hasil Bagging Clasifier 94,43%, Gradient Boosting Clasifier 94,96%, Adaboost Clasifier 95,94%.
Copyrights © 2022