Artikel ini membahas studi pendahuluan pengembangan kincir aerasi untuk tambak udang menggunakan sistem akuakultur cerdas terintegrasi untuk mendukung intensifikasi. Dua kincir aerasi dengan fase yang berbeda telah berhasil dipasang. Proses pengujian pada dua jenis motor yang berbeda ini dimaksudkan untuk mengetahui unjuk kerja dari masing-masing jenis motor pada kincir aerasi. Data hasil monitoring dapat ditampilkan pada aplikasi web yang dapat diakses menggunakan smartphone. Data yang ditampilkan dari proses monitoring berupa data tegangan, arus, frekuensi, daya, faktor daya, dan konsumsi daya yang dihasilkan dari motor kincir aerasi. Hasil pengujian menunjukkan kinerja motor kincir aerasi yang beroperasi dalam kondisi normal dengan persentase kesalahan pengukuran rata-rata yang dapat diterima. Penelitian ini akan menjadi landasan untuk sistem akuakultur cerdas yang dapat dikembangkan di dalam negeri untuk mendukung industri lokal di Indonesia.Artikel ini membahas studi pendahuluan pengembangan kincir aerasi untuk tambak udang menggunakan sistem akuakultur cerdas terintegrasi untuk mendukung intensifikasi. Dua kincir aerasi dengan fase yang berbeda telah berhasil dipasang. Proses pengujian pada dua jenis motor yang berbeda ini dimaksudkan untuk mengetahui unjuk kerja dari masing-masing jenis motor pada kincir aerasi. Data hasil monitoring dapat ditampilkan pada aplikasi web yang dapat diakses menggunakan smartphone. Data yang ditampilkan dari proses monitoring berupa data tegangan, arus, frekuensi, daya, faktor daya, dan konsumsi daya yang dihasilkan dari motor kincir aerasi. Hasil pengujian menunjukkan kinerja motor kincir aerasi yang beroperasi dalam kondisi normal dengan persentase kesalahan pengukuran rata-rata yang dapat diterima. Penelitian ini akan menjadi landasan untuk sistem akuakultur cerdas yang dapat dikembangkan di dalam negeri untuk mendukung industri lokal di Indonesia.
Copyrights © 2022