Berbagai sektor kehidupan manusia yang terdampak Covid-19 secara khusus dapat dirasakan pada sektor perekonomian, seperti yang dialami oleh masyarakat Indonesia saat ini. Pemerintah maupun berbagai pihak lainnya berupaya meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan menyelenggarakan berbagai program bantuan, seperti halnya penyaluran sembako kepada masyarakat. Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI), khususnya Resort Sigalingging juga turut mengambil peran dengan menyalurkan bantuan sembako bagi warga jemaatnya yang terdampak Covid-19. Sebagai penyelenggara penyalur bantuan tersebut, diharapkan Gereja HKI lebih selektif dalam proses penyeleksian calon penerima bantuan agar penyaluran bantuan tepat pada sasarannya. Penentuan warga jemaat Gereja HKI sebagai calon penerima bantuan sembako yang terdampak Covid-19 didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu sering kali menjadi masalah dalam proses pengambilan keputusan. Untuk mengekspresikan preferensi pengambil keputusan pada alternatif yang paling diinginkan, dapat dilakukan dengan menerapkan Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode TOPSIS akan di kombinasikan dengan logika fuzzy untuk menentukan nilai bobot pada setiap atribut kriteria, yang dilanjutkan dengan proses perangkingan untuk menyeleksi alternatif terbaik, dalam hal ini adalah alternatif yang valid sebagai penerima bantuan yang sesuai dengan kriteria. Dengan metode ini diharapkan proses penilaian akan lebih tepat dan akurat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot yang telah ditentukan.
Copyrights © 2021