Mesjid Agung Aceh Barat Daya (Abdya) yang direncanakan berlokasi di Jalan Geude Paya, Kota Blangpidie, mempunyai fungsi sebagai tempat ibadah, dan fungsi penunjang berupa tempat menuntut ilmu, tempat pembinaan jamaah, dan pusat kaderisasi Islam, dengan semakin berkembangnya jumlah umat Islam di Aceh Barat Daya maka kebutuhan akan sarana ibadahpun meningkat, di Aceh Barat Daya sudah ada perencanaan Mesjid Agung namun terhenti karena permasalahan antara pemkab dan pemberi dana, dan mesjid yang ada tidak memadai menampung jamaah dan kegiatan tingkat kabupaten,maka itu Abdya belum mempunyai Mesjid Agung yang merupakan tipe mesjid yang di butuhkan umat Islam di Abdya untuk sarana utama ibadah, pembinaan, pengembangan dan organisasi Islam untuk kepentingan kaderisasi Islam. Mesjid Agung Aceh Barat Daya yang akan direncanakan adalah Klasifikasi tipe D dengan menerapkan tema ekpresionis. Ekpresionis salah satu gaya arsitektur yang menunjukan sebuah rancangan yang keluar dari emosi, daya hayal, imajinasi, perasaan dan jiwa, dan bagaimana merancang sebuah masjid yang bisa di rasakan ketenangan dan kenyamanan ketika beribadah, baik dari segi warna maupun bentuk bangunan, mengambil bentuk dari geometri segi empat, riak air, dan kaligrafi khat Kufi, dengan kombinasi warna dingin, konsep kombinasi yang bisa menimbulkan perasaan kenyamanan dan ketenangan dalam merancang.Hasil rancangan terdiri dari analisis iklim, tapak, bangunan, pemakai, serta analisis lingkungan dan utilitas. Mesjid Agung Aceh Barat Daya dibangun pada lahan seluas 34.000 m2 terbangun seluas 4884 m², dengan KDB 40%, KLB 3. Menampung jumlah jamaah 12.000 orang, dengan rincian, serambi luar 700 orang, serambi dalam 300 orang, orang fasilitas utama ruang shalat, ruang mimbar, ruang mihrab, tempat wudhu, dan ruang penunjang lain, serta memiliki tipikal bangunan bermassa tunggal, empat lantai, dengan ketinggian 50 m.
Copyrights © 2019