Air limbah domestik memberikan kontribusi yang besar bagi pencemaran sistem perairan. Untuk mengendalikan dampak yang ditimbulkan oleh buangan air limbah domestik, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia no. P.68/Menlhk-Setjen/2016 yang memberikan batasan baku mutu bagi buangan air limbah domestik ke badan air. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan ketaatan terhadap peraturan pemerintah, PT XYZ, suatu industri rokok di Pasuruan membangun Sewage Treatment Plant (STP) untuk mengolah air limbah domestik yang dihasilkan di dalam lingkungan pabriknya, yang mempekerjakan 2500 orang karyawan. Untuk memenuhi baku mutu air limbah keluaran (effluent) dari STP ini memerlukan strategi operasi dan pemeliharaan yang tepat agar dapat menghindari terjadinya kegagalan. Melalui pendekatan metode pengukuran kinerja pemeliharaan Overall Measure of Maintenance Performance (OMMP) dan analisa potensi kegagalan Multi-attribute Failure Mode Analysis (MAFMA), faktor utama penyebab kegagalan potensial pada operasi dan pemeliharaan STP PT XYZ berhasil diidentifikasi, yaitu masalah tingginya kadar amoniak pada effluent, luberan air limbah di sump pit, dan equipment breakdown. Berdasarkan hasil analisa ini dilakukan perbaikan terhadap sistem operasi dan pemeliharaan STP sehingga indeks kinerja pemeliharaan mencapai nilai yang optimal dan potensi kegagalan dapat diminimalkan
Copyrights © 2022