Recompressor cooler adalah alat pendingin pada sistem kriogenik yang berfungsi mengurangi temperatur gas keluaran dari Recompressor sebelum gas dialirkan ke Residu Gas Compressor. Recompressor cooler didesain dengan kemampuan beroperasi pada tekanan 68 barg dan temperatur 100 ºC/-29 ºC. Recompressor cooler adalah salah satu peralatan yang kritikal pada sistem kriogenik karena jika terjadi kegagalan fungsi Recompressor coolerdapat menyebabkan kenaikan temperatur gas yang dapat memicu alarm shutdown pada sistem kriogenik. Selama dioperasikan dari tahun 2010 – 2020, recompressor cooler telah mengalami kegagalan fungsi sebanyak 25 kali. Setelah dilakukan perhitungan weibull analysis maka diketahui bahwa nilai kehandalan recompressor cooler adalah 68 % selama beroperasi 720 jam dengan laju kegagalan 0.008/day. Strategi yang digunakan untuk meningkatkan nilai kehandalan recompressor cooler dengan menggunakan metode Maintenance Value Stream Mapping (MVSM) dan Reliability Centered Maintenance (RCM). Maintenance Value Stream Mapping adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi aktivitas value added (VA) dan non value added (NVA) dari aktivitas perawatan recompressor cooler. Sedangkan Reliability Centered Maintenance adalah metode yang digunakan untuk menentukan aktivitas apa yang harus dilakukan untuk memastikan recompressor cooler agar dapat berjalan dengan baik dalam menjalankan fungsinya [3]. Dari analisa MVSM maka diketahui bahwa terdapat 28% aktivitas NVA pada recompressor cooler. Dari analisa RCM terdapat 5 bentuk kegagalan fungsi yang mempengaruhi fungsi dari recompressor cooler akan disusun strategi perawatannya berdasarkan RCM II Worksheet Decision [7].Kata kunci: Maintenance Value Stream Mapping, Reliability Centered Maintenance
Copyrights © 2022