Meningkatnya intensitas konversi lahan di Sub DAS Krueng Jreue Aceh Besar akibat perubahan penggunaan lahan menyebabkan perubahan karakteristik biofisik lahan. Perubahan karakteristik biofisik lahan menyebabkan meningkatnya tingkat kerentanan banjir. Penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif (Survei). Hasil penelitian menunjukkan: Variabel penentu tingkat kerentanan banjir berdasarkan aspek biofisik lahan, yaitu: faktor dinamis (curah hujan, penggunaan lahan), dan faktor statis (infiltrasi tanah, kemiringan lereng). Kelas Tingkat Kerentanan Banjir (TKB) di Sub DAS Krueng Jreue, terdiri dari: Sangat Rentan, permukiman dan sawah (42≤TKB≤50); Rentan, tegalan (34≤TKB≤41); Cukup Rentan/Sedang tanah terbuka, semak belukar, padang rumput, hutan sekunder dan hutan primer (26≤TKB≤33); rerata 32,38 (kelas cukup rentan). Lahan permukiman dan sawah di kawasan budidaya, seluas 624,76 ha atau 2,70% dari total luas Sub DAS Krueng Jreue (23.218,06 ha), mempunyai tingkat kerentanan bencana banjir tertinggi. Bencana banjir terjadi pada bulan November-Desember, saat curah hujan tinggi.
Copyrights © 2022