Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi otomotif maka semakin pesat juga persaingan dalam bidang otomotif tersebut, begitu juga pada kendaraan roda empat. Sering terjadi kasus kendaraan roda empat beroperasi tidak sesuai dengan fungsinya atau mengalami kerusakan dijalan sehingga dapat menggangu aktifitas pengendara bahkan pengedara yang lainnya. Penyebab kerusakan pada mesin mobil berawal dari kurangnya perawatan mesin oleh pemilik mobil dan tidak perduli pemilik mobil terhadap mesin karena tidak mengerti mengenai mesin atau malas memeriksa kondisi mesin, sehingga terjadi gejala yang menghambat laju mobil tidak seperti biasanya seperti mesin mobil susah untuk di starter dan laju mobil tersendat - sendat. Implementasi CBR dapat dilakukan diberbagai bidang salah satunya di bidang otomotif untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari mekanik yang sudah berpengalaman kepada mekanik yang baru masuk. Dengan menggunakan metode Case Base Reasoning melalui empat tahapan yaitu retrieve, reuse, revise dan retain. Case Based Reasoning (CBR) merupakan penalaran yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan baru dengan mengadopsi solusi – solusi yang terdapat pada kasus – kasus sebelumnya dengan mempunyai permasalahan yang hampir sama dengan kasus yang baru. Pengetahuan utama sistem CBR yaitu berdasarkan kasus – kasus yang telah ada atau yang telah tersimpan didalam basis kasus. Kasus – kasus dapat diperoleh dari pengalaman seseorang atau pengalaman seorang pakar dibidangnya. Penelitian ini dapat menghasilkan sebuah sistem terkomputerisasi yang dapat memberikan mekanik pengetahuan mengenai status gejala kerusak dan cara penanganan yang harus dilakukan.
Copyrights © 2017