Nyeri pascaoperasi adalah masalah penting dalam pembedahan. Studi terbaru menyatakan bahwa pemberian analgesik perioperatif dapat mencegah serta mengurangi nyeri pascaoperasi. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan efek analgesik preemtif dalam penanganan nyeri pascaoperasi laparatomi ginekologi. Jenis penelitian ini adalah prospektif, uji acak terkontrol buta ganda dan uji plasebo-kontrol, dimana 46 pasien dengan American Society Association (ASA) I dan II yang menjalani operasi laparatomi ginekologi secara acak di central operating theatre (COT), RS. Dr. Hasan Sadikin pada September sampai Desember 2012 diberikan 50 mL bupivakain 0,25% dengan epinefrin 5μ per mL atau 50 mL normal salin; setiap 25 mL nya dimasukkan ke dalam rongga peritoneum dan infiltasi kulit. Skor nyeri pasien dievaluasi dengan sistem Visual Analog Scale (VAS) saat diam dan mobilisasi, dinilai 6 jam pertama, lalu dilanjutkan jam ke- 8,12 dan 24 pascaoperasi. Dihitung jumlah pemakaian analgesik pertolongan selama 24 jam pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyeri saat mobilisasi grup plasebo (P) lebih tinggi dibandingkan denga group bupivakain (B). Skor nyeri group P secara signifikan lebih tinggi daripada group B saat mobilisasi (p<0,05). Kombinasi bupivakain secara intraperitoneum dan infiltrasi kulit akhir operasi laparatomi ginekologi dapat mengurangi nyeri pascaoperasi saat mobilisasi.
Copyrights © 2020