Blok paravertebral lumbal secara teori dapat dijadikan alternatif dari blok psoas dan dapat dilakukan secara blind/landmark-based. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran zat pewarna pasca injeksi 1 titik di ruang paravertebral L4 terkait area pleksus lumbalis. Penelitian menggunakan kadaver segar yang tidak dikenal. Pada semua kadaver dilakukan penyuntikan 30 mL zat pewarna metilen biru 1% pada injeksi 1 titik di ruang paravertebral L4 menggunakan jarum blok standar, kemudian dilakukan diseksi untuk mengetahui penyebaran zat pewarna tersebut. Penelitian ini mengikutsertakan 16 kadaver yang memenuhi syarat. Didapatkan penyebaran terjauh ke arah sefalad mencapai level L1 (6,25%) dengan rata-rata mencapai level L3 (50%). Penyebaran terjauh ke arah kaudad mencapai level S2 (12,5%) dengan rata-rata mencapai level L5 (56,25%). Penyebaran kontralateral sebanyak 18,75%. Penyebaran segmental paling sedikit sebanyak 2 segmen (6,25%), paling banyak sebanyak 5 segmen (12,5%), dan sebaran segmental terbanyak (43,75%) ialah sebanyak 4 segmen. Injeksi 1 titik 30 mL metilen biru 1% pada blok paravertebral L4 dapat mencapai area pleksus lumbalis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui volume optimal serta lokasi injeksi teraman dan efektif untuk menghasilkan penyebaran yang lebih baik pada pleksus lumbalis maupun pleksus lumbosakral.
Copyrights © 2020