Penurunan hormon kortisol pada masa intraoperatif dapat terjadi dengan menggunakan mekanisme penghambatan pada sistem saraf pusat. Anestesi spinal merupakan pilihan dalam mekanisme tersebut. Penelitian bertujuan untuk membandingkan kadar kortisol dan efek analgesia pascabedah pada anestesi spinal kombinasi Bupivakain hiperbarik 0,5% 8 mg+Klonidin 30 μg dan Bupivakain hiperbarik 0,5% 8 mg + morfin 0,1 mg pada seksio sesarea. Penelitian menggunakan uji klinis acak tersamar tunggal pada 50 pasien dengan kriteria inklusi, dibagi menjadi kelompok anestesi spinal kombinasi Bupivakain hiperbarik 0,5% 8 mg + Klonidin 30 μg (BK) n=25 dan kelompok kombinasi Bupivakain hiperbarik 0,5% 8 mg + morfin 0,1 mg (BM) n=25. Analisis statistik dengan Uji Mann-whitney dan uji-tes, dengan p<0,05 bermakna secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok BM sama efektif dengan kelompok BK dalam mencegah peningkatan kadar kortisol intraoperatif. Efek analgesia pascabedah anestesi spinal kombinasi kelompok BM lebih baik dibandingkan dengan kombinasi BK. Efek samping diantara kedua kelompok dinyatakan tidak bermakna. Kesimpulan penelitian adalah kelompok BM sama efektif dengan kelompok BK dalam mencegah peningkatan kadar kortisol saat pembedahann namun e fek analgesia pascabedah anestesi spinal kombinasi kelompok BM lebih baik dibandingkan dengan kombinasi BK.
Copyrights © 2020