Teknik anestesi epidural thorakal banyak digunakan dengan atau tanpa anestesi umum pada operasi daerah thoraks, abdomen dan retroperitoneal. Penggunaan kombinasi dengan anestesi umum akan mengurangi kedalaman anestesi dan hemodinamik lebih stabil, serta pulih lebih cepat. Laporan kasus ini, wanita usia 65 tahun, dengan diagnosis fraktur tertutup costae 3–7 sebelah kanan yang menjalani operasi SHAPP klipping kosta dengan anestesi umum dikombinasi epidural thorakal. Status fisik pasien ASA 3 dengan geriatri, hipertensi terkontrol, iskemia anteroekstensif. Anestesi epidural dengan pendekatan median setinggi vertebra T7-8, teknik loss of resistance pada kedalaman 3,5 cm dan kateter sedalam 5 cm. Setelah test dose negatif, dilakukan intubasi endotrakeal. Bupivakain 0,25% 8 mL+fentanil 50 μg didiberikan ke dalam kateter epidural. Operasi berlangsung stabil dengan tingkat sedasi ringan anestesi inhalasi. Penatalaksanaan nyeri pascaoperasi dengan bupivakain 0,125%+morfin 1 mg total volume 8 mL, VAS score 0–1. Pada hari ke-4, kateter epidural dicabut diganti obat NSAID oral. Pasien dipulangkan pada hari ke-5. Anestesi epidural thorakal merupakan teknik anestesi yang mempunyai beberapa kelebihan efek analgesianya, efek perubahan hemodinamik minimal serta menurunkan risiko komplikasi pascaoperasi sehingga berperan utama dalam anestesi bedah thoraks pada geriatri termasuk penatalaksanaan nyeri pascaoperasinya.
Copyrights © 2020