Anestesia dan pembedahan dapat menyebabkan atelektasis intraoperasi, penurunan volume paru dan atelektasis akan menyebabkan komplikasi paru pascaoperasi. Electrical impedance tomography (EIT) merupakan alat pencitraan noninvasif untuk menilai distribusi ventilasi paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan luas kolaps paru yang terjadi pada anestesia umum dengan durasi kurang dari 2 jam dan lebih dari 2 jam dengan menggunakan EIT dan algoritma Costa dkk, dengan sebelumnya menghilangkan faktor komorbid dan faktor prediktor yang lain. Penelitian ini merupakan uji klinis prospektif yang dilakukan di RSCM Kirana selama bulan Maret sampai Mei 2013 pada 42 pasien dewasa usia 18–59 tahun, ASA 1–2 dan IMT <30 kg/m2 yang menjalani operasi mata elektif dengan anestesia umum. Pengamatan dilakukan selama operasi dengan menggunakan EIT. Pasien dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan durasi anestesia lebih dari 2 jam dan kurang dari 2 jam. Dilakukan pengukuran variasi tidal regional, volume tidal, peak inspiratori presure ,dan positive end-expiratory pressure. Hasil pengukuran dihitung sesuai algoritme Costa dkk untuk mencari luas kolaps yang terjadi. Pada kelompok anestesia umum dengan durasi lebih dari 2 jam didapatkan luas kolaps 16,83±8,47 % dan pada durasi kurang dari 2 jam didapatkan luas kolaps 16,16±11,93 % (p>0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara luas kolaps yang terjadi pada anestesia umum dengan durasi lebih dari 2 jam dan kurang dari 2 jam.
Copyrights © 2020