Laryngeal mask airway (LMA) merupakan suatu alat bantu jalan napas. Teknik baku pemasangan LMA disertai penekanan lidah memberikan angka keberhasilan pemasangan 100%. Penelitian ini bertujuan membandingan kemudahan dan komplikasi pemasangan LMA menggunakan teknik baku dengan penekanan lidah dibandingkan dengan teknik baku. Penelitian ini merupakan studi uji klinis acak tersamar tunggal yang dilakukan antara Mei – Juni 2013 di RSCM, pada 80 pasien dewasa yang menjalani operasi elektif dengan anestesia umum menggunakan LMA. Pada 40 pasien mengalami pemasangan LMA dengan teknik baku disertai penekanan lidah dan 40 pasien dengan teknik baku. Upaya pemasangan dan kemudahan dicatat dan dinilai. Pemasangan mudah bila ≤2 kali. Komplikasi pemasangan berupa noda darah, nyeri menelan dan nyeri tenggorokan dicatat dan dinilai. Analisis statistik dilakukan dengan uji chi-kuadrat dan eksak fisher. Batas kemaknaan untuk semua uji adalah p <0,05. Perbandingan proporsi keberhasilan upaya pemasangan pertama dan kedua antara kelompok teknik baku disertai penekanan lidah dan teknik baku adalah 87,5% banding 65% dan 100% banding 97,5%, secara berurutan. Pemasangan LMA dengan teknik baku disertai penekanan lidah tidak lebih mudah dibanding dengan teknik baku. Kekerapan komplikasi yang berbeda bermakna berupa noda darah 0% pada teknik baku disertai penekanan lidah dan 6,2% pada teknik baku.
Copyrights © 2020