Disfungsi endotel mikrovaskular merupakan masalah utama pada sepsis, menyebabkan tingginya morbiditas dan mortalitas, walaupun terapi optimal telah dilakukan. Vitamin C memiliki kemampuan sebagai antioksidan sehingga dapat memperbaiki fungsi endotel mikrovaskular. Penelitian prospektif, acak, terkontrol plasebo, buta ganda, dilakukan di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Juli–Desember 2011 dengan tujuan menilai pengaruh terapi vitamin C 1.000 mg intravena terhadap kadar laktat, base deficit, dan SvO2, pada 33 pasien sepsis berusia 17–60 tahun dengan skor acute physiology and chronic health evaluation II (APACHE II) 15–23. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, kelompok perlakuan mendapatkan injeksi 5 mL vitamin C 1.000 mg dan kelompok kontrol injeksi 5 mL NaCl 0,9% pada hari ke-1 sampai ke-7. Pemeriksaan kadar laktat, base deficit dan SvO2 dilakukan pada hari ke-1, ke-3, ke-5, dan ke-7. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar laktat yang bermakna di antara kedua kelompok, penurunan kadar laktat dan rata-rata persentasi kadar laktat yang sangat bermakna pada kelompok perlakuan pada hari ke-5 dan ke-7 (p<0,001), penurunan base deficit yang bermakna (p<0,002) dan penurunan SvO2 walaupun tidak bermakna (p>0,05). Simpulan penelitian adalah vitamin C 1.000 mg intravena mampu memperbaiki kadar laktat, base deficit dan SvO2 pada pasien sepsis.
Copyrights © 2020