Acute kidney injury (AKI) adalah prediktor independen terhadap mortalitas dan lama perawatan di rumah sakit. Angka kejadian AKI di Intensive Care Unit (ICU) 60%–70%, mortalitas pasien tersebut mencapai 60%. Diagnosis AKI saat ini ditegakkan dengan penilaian kenaikan kreatinin serum yang tidak reliabel dan terdeteksi setelah kerusakan ginjal terjadi. Neutrophil gelatinase associated lipocalin (NGAL) merupakan penanda untuk menilai kerusakan ginjal yang dapat terdeteksi lebih awal sebelum terjadi kenaikan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan NGAL plasma dibanding dengan pemeriksaan serum kreatinin. Uji diagnostik telah dilakukan di ICU dan High Care Unit (HCU) RS Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada bulan Desember 2014–Februari 2015. Terdapat 53 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Semua sampel diperiksa kadar NGAL menggunakan Alere Triage®kit dan kreatinin serum. Analisis hasil pemeriksaan menggunakan kurva receiver operating characteristic (ROC) dengan statistical product forservice solution (SPSS)® versi 22.0 dan MedCalc versi 12.7. Hasil penelitian menunjukkan pada cut-off point 150 ng/mL, NGAL plasma memiliki sensitivitas 88%, spesifisitas 81%, nilai prediksi positif 88%, nilai prediksi negatif 81% dan akurasi 85%. Pemeriksaan NGAL plasma lebih sensitif dan spesifik dibanding dengan pemeriksaan serum kreatinin.
Copyrights © 2020