Darah merupakan cairan heterogen yang mengandung suspensi sel-sel darah yaitu eritrosit, leukosit dan trombosit, di dalam cairan plasma yang tersusun dari air, protein, ion-ion mineral, hormon-hormon dan glukosa. Reologi darah diketahui berperan penting dalam sirkulasi. Viskositas darah bergantung pada gaya gesek dan ditentukan oleh hematokrit, viskositas plasma, distribusi dan sifat-sifat mekanis sel darah. Reologi darah dapat terganggu pada berbagai proses patologis seperti gangguan hematokrit, deformabilitas, dan agregasi eritrosit. Gangguan hematokrit secara nyata berkontribusi terhadap variasi hemoreologi dan beberapa kondisi fisiologis ekstrim. Deformabilitas eritrosit sensitif terhadap homeostasis lokal dan umum baik akibat faktor endogen maupun eksogen. Agregasi eritrosit terutama ditentukan oleh komposisi protein plasma dan sifat lapisan permukaan eritrosit seperti yang terjadi pada fase akut gangguan inflamasi, selain itu juga dipengaruhi oleh proses penuaan in vivo, radikal bebas atau enzim-enzim proteolitik. Gangguan reologi selanjutnya akan menyebabkan gangguan aliran darah dan memengaruhi perfusi jaringan sehingga akan memperburuk fungsi organ bila proses patologis juga mengganggu sistim vaskular. Dalam ulasan ini akan dibahas mengenai pengaruh reologi darah terhadap berbagai keadaan patologis seperti sepsis, hipertensi dan diabetes melitus.
Copyrights © 2020