Hipokalemia (K plasma<3.5mEq/L) merupakan gangguan elektrolit yang paling sering dijumpai pada pasien di Intensive Care Unit (ICU). Sebagian besar kasus hipokalemia di ICU berhubungan dengan keadaan asupan yang kurang, gangguan pencernaan, gangguan ginjal, pemberian diuretik, insulin, dan infeksi berat. Hipokalemia bisa tanpa gejala sampai dengan komplikasi yang bervariasi hingga menyebabkan kematian. Penelitian dilakukan dengan metoda prospektif observasional pada pasien yang dirawat di ICU Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung selama bulan Januari–Februari 2014, dari hasil penelitian didapatkan hipokalemia ringan sebanyak 17 pasien (51,5%), hipokalemia sedang 13 pasien (39,4%) dan hipokalemia berat 3 pasien (9,1%). Hasil koreksi KCl intravena (i.v.) pada hipokalemia ringan didapatkan hasil perbaikan pada 9 pasien (53%), pada hipokalemia sedang sebanyak 3 pasien (23.1%) dan pada hipokalemia berat tidak ada perubahan. Komplikasi terutama terjadI pada pasien hipokalemia berat yang tidak respons terhadap koreksi. Simpulan penelitian ini adalah angka kejadian hipokalemia di ICU RSHS Bandung selama bulan Januari sampai dengan Februari 2014 sebanyak 33 orang pasien (31,4%). Pascakoreksi dengan KCl i.v., 12 orang pasien (36,4%) mengalami perbaikan dan 21 orang pasien (63%) tidak mengalami perubahan dan mengalami perburukan.
Copyrights © 2020