Jalan napas yang aman penting bagi pasien trauma. Kesalahan dalam mengelola jalan napas dapat berujung pada morbiditas dan mortalitas. Pengelolaan jalan napas pada pasien trauma maksilofasial merupakan tantangan tersendiri. Terlebih pasien ini sering kali dijumpai mengalami cedera kepala dan cedera pada tulang cervikal. Pada laporan kasus ini dibahas laki-laki, 41 tahun, datang ke RS Dr. Hasan Sadikin dengan keluhan luka di daerah kepala dan wajah akibat kecelakaan lalu lintas. Pasien ini selain menderita trauma maksilofasialis, pula dengan cedera kepala ringan, fraktur depressed terbuka lebih dari satu tabula, cedera cervical inkomplit dan fraktur basis cranii.Teknik penguasaan jalan napas pada pasien ini adalah dengan spontaneous breathing yang dicapai dengan pemberian propofol secara bertahap dan gas inhalasi Sevofluran. Sedangkan untuk mencegah gejolah hemodinamik saat laringoskopi diberikan Fentanyl. Untuk mencegah terjadinya flexi leher saat laringoskopi intubasi, maka dilakukan manual in-line stabilization.Waktu dan pengambilan keputusan terkait pengelolaan jalan napas seringkali membawa perbedaan yang bermakna antara hidup dan matinya pasien. Pada kasus dimana penguasaan jalan napas sulit, teknik intubasi yang dipilih adalah yang seorang anestesi paling kuasai dan dirasakannya nyaman. Kedua faktor ini lebih relevan ketimbang pilihan teknologi.
Copyrights © 2020