Pendekatan Henderson-Hasselbalch dalam keseimbangan asam basa memberikan penjelasan secara kuantitatif pada berbagai gangguan fisiologi keseimbangan asam basa dan masih digunakan secara luas pada praktek klinis. Namun, pada keadaan gangguan metabolik yang kompleks, seperti pada kondisi pasien yang sakit kritis, pendekatan ini sulit untuk menjelaskan penyebabnya dan tidak dapat dilakukan terapi lanjut. Peter Stewart mengajukan pendekatan yang beda terhadap fisiologi asam basa berdasarkan prinsip-prinip fisika kimia, yang terdiri dari kenetralan muatan kimia listrik, dan hukum aksi massa. Menurut Stewart, hanya terdapat tiga variabel yang dapat mempengaruhi disosiasi suatu larutan. Variabel-variabel independen ini adalah pCO2, konsentrasi total asam lemah [ATot] dan strong ion difference (SID). Perbedaan lain yang jelas terlihat antara H-H dengan Stewart ini adalah jika pada pendekatan H-H perhatian tertuju pada ion bikarbonat, maka pada pendekatan Stewart ion klorida merupakan anion terpenting sebagai faktor kausatif sehingga dikenal pula istilah asidosis hiperkloremik, asidosis dilusi, dan alkalosis kontraksi.
Copyrights © 2020