Walaupun restorasi aliran darah ke organ iskemik adalah penting untuk mencegah cedera jaringan ireversibel, reperfusi dapat mengakibatkan respon inflamasi lokal dan sistemik yang dapat menambah cedera jaringan lebih dari yang dihasilkan oleh iskemia saja. Kerusakan sel setelah reperfusi jaringan yang sebelumnya iskemik layak didefinisikan sebagai cedera iskemia-reperfusi (I-R). Cedera I-R ditandai dengan produksi oksidan, aktivasi komplemen, adhesi sel leukosit-endotel, agregasi trombosit-leukosit, peningkatan permeabilitas mikrovaskular dan penurunan relaksasi endotelium-dependen. Dalam bentuk yang terburuk, I-R cedera dapat menyebabkan disfungsi multiorgan atau kematian. Meskipun pemahaman dari patofisiologi dasar cedera I-R secara signifikan telah maju dalam dekade terakhir, ide-ide eksperimental belum sepenuhnya diintegrasikan ke dalam praktek klinis. Selanjutnya, pengobatan cedera I-R masih dibatasi oleh fakta bahwa penghambatan I-R saat peradangan dapat mengganggu respons pelindung fisiologis atau mengakibatkan imunosupresi. Reperfusi tepat waktu pada daerah iskemik berisiko tetap menjadi landasan praktek klinis. Namun demikian, Pendekatan terapi seperti preconditioning iskemik, reperfusi terkontrol dan antioksidan, terapi komplemen atau terapi neutrofil dapat berkontribusi untuk mencegah atau membatasi cedera I-R.
Copyrights © 2020