Delirium merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan perubahan status mental, tingkat kesadaran, perhatian, kognitif dan persepsi bersifat akut dan fluktuatif (biasanya beberapa jam sampai hari). Insidensi delirium meningkat pada pasien kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Risk ratio (RR) kejadian delirium pada pasien dengan faktor risiko yang dinilai dengan Confusion Assessment method for the intensive Care Unit (CAM-ICU) selama perawatan di ruang General Intensive Care Unit (GICU) Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS) Bandung. Penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dan kohort prospektif pada 91 pasien setelah perawatan 24 jam di GICU RSHS Bandung yang di lakukan pada periode bulan Oktober─Desember 2015 kemudian dilakukan analisis data untuk menilai RR, persentase dan uji chi square terhadap kejadian delirium. Hasil penelitian ini didapatkan kejadian delirium di ruang GICU RSHS Bandung sebesar 29,7%. Risk ratio yang bermakna dengan nilai RR >1 terdapat pada pasien dengan riwayat obat sedasi 3,16, pasien dengan bantuan mesin ventilator 2,37, ketidakseimbangan elektrolit 2,37, riwayat infeksi 2,13, komorbid 1,86, riwayat penyakit neurologi 1,622, dan dengan statistik chi square didapatkan adanya hubungan yang signifikan kejadian delirium berdasarkan riwayat obat sedasi, ketidakseimbangan elektrolit dan pasien dengan bantuan mesin ventilator dengan nilai p< 0,05. Simpulan penelitian ini kejadian delirium di ruang GICU RSHS Bandung meningkat pada pasien kritis dengan faktor risiko dan didapatkan RR tertinggi pada pasien dengan riwayat obat sedasi sebesar 3,16 kali lebih besar.
Copyrights © 2020