Teknik anestesi spinal dan anestesi umum keduanya mengganggu mekanisme termoregulasi. Masih kurang informasi tentang pengaruh teknik anestesi yang dipakai untuk seksio sesarea terhadap suhu tubuh bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini untuk menentukan apakah ada perbedaan suhu rektum bayi baru lahir dengan seksio sesarea dihubungkan dengan teknik anestesi yang dipakai. Wanita hamil sebanyak 60 orang secara acak mendapat anestesi umum atau anestesi spinal. Suhu inti ibu diukur tiga kali dengan termometer membran timpani saat induksi, insisi uterus dan saat bayi lahir. Suhu rektum bayi diukur segera setelah lahir. Usia ibu, berat badan, tinggi badan, body mass index (BMI), suhu ibu sesaat sebelum induksi dan suhu ruangan tidak berbeda bermakna pada kedua kelompok. Interval waktu mulai induksi anestesi sampai bayi lahir pada kelompok anestesi spinal ratarata 18,24 menit (SD=2,862) dan kelompok anestesi umum rata-rata 6,47 menit (SD=3,082).Volume cairan pada kelompok anestesi spinal rata-rata 946,6 mL (SD=225,57) dan pada kelompok anestesi umum rata-rata 715,0 mL (SD=133,36), nilai P<0,05. Suhu rektum bayi pada kelompok anestesi spinal rata-rata 37,19oC (SD=0,256) dan pada kelompok anestesi umum rata-rata 37,59oC (SD=0,2288), nilai P<0.05. Suhu rektum bayi lebih rendah pada kelompok anestesi spinal dibanding dengan kelompok anestesi umum, tetapi tidak mencapai batas hipotermi. Hal ini akibat pada anestesi spinal terjadi redistribusi panas dari inti ke perifer yang lebih besar, pada penelitian ini ditemukan pula pada anestesi spinal memerlukan lebih banyak cairan intravena dan Interval mulai anestesi sampai bayi lahir lebih panjang.
Copyrights © 2020