Menggigil pascaoperasi merupakan komplikasi dari efek anestesi yang cukup sering dijumpai. Menggigil ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan risiko yang tidak baik bagi pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui angka kejadian dan karakteristik pasien menggigil pascaoperasi. Studi deskriptif ini melibatkan seluruh pasien pascaoperasi di ruang pemulihan COT RSUP Dr. Hasan Sadikin pada periode bulan Agustus-Oktober 2015 yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian ini adalah data sekunder dari rekam medis yang berupa data lengkap mengenai pasien pascaoperasi. Dari 639 pasien, angka kejadian menggigil adalah 169 kasus (26,45%). Menggigil pascaoperasi lebih banyak terjadi pada pria yaitu sebanyak 28,57% dan kategori usia lansia awal. Proporsi pasien menggigil yang diberikan teknis anestesi umum saat operasi hampir sama dibandingkan anestesi regional. Presentase paling tinggi 43,75% pada pasien yang menjalani operasi >2 jam dengan 44,69% diberikan cairan infus sebanyak ≥1500 mL. Menggigil pascaoperasi paling banyak terjadi pada pasien yang menjalani operasi bedah saraf dengan presentase 66,67%. Angka kejadian menggigil pascaoperasi cukup tinggi terutama pada pria, kategori usia lansia awal, operasi yang lama, pemberian cairan infus yang banyak, serta operasi bedah saraf.
Copyrights © 2020