Kombinasi spray lidokain dan anestetika intravena menjadi utama pada prosedur endoskopi saluran cerna, namun spray lidokain menyebabkan iritasi lokal, mual, muntah, dan rasa pahit. Gel lidokain merupakan alternatif anestetik lokal dengan keuntungan mengurangi gesekan mukosa dengan endoskop saat insersi, serta pemberian lidokain yang tebal dan lengket menghasilkan anestesia lokal yang lebih baik pada rongga mulut dan orofaring. Penelitian ini membandingkan antara keefektifan gel lidokain dan spray lidokain dalam mengurangi penggunaan propofol. Penelitian ini merupakan uji klinis acak tersamar ganda terhadap pasien endoskopi saluran cerna atas dengan sedasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada bulan Juli–September 2015. Setelah mendapat persetujuan dari Komite Etik FKUI-RSCM, 52 subjek dirandomisasi menjadi 2 kelompok (kelompok gel lidokain 2% dan spray lidokain 10%). Total dosis propofol, angka kejadian gag refeks, hipotensi, bradikardia, dan desaturasi dicatat pada masing-masing kelompok. Analisis data dilakukan dengan uji t-test tidak berpasangan. Rata-rata dosis propofol grup gel lidokain 2% (186,92±43,52 mg) berbeda secara bermakna dengan grup spray lidokain 10% (218,85±61,01 mg), p<0,05, IK 95%=31,92. Gel lidokain 2% lebih efektif dibanding dengan spray lidokain 10% dalam mengurangi dosis propofol pada pasien endoskopi saluran cerna atas.
Copyrights © 2016