Majalah Anestesia & Critical Care (MACC)
Vol 36 No 3 (2018): Oktober

Pemantau Hemodinamik dari Invasif menuju Tidak Invasif: Loodie Ackly Agu, Tatang Eka

Journal Manager MACC (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Mar 2020

Abstract

Pasien yang dirawat di unit perawatan intensif membutuhkan pemantauan hemodinamik, ketidakstabilan hemodinamik menyebabkan ketidakseimbangan antara pengiriman dan permintaan oksigen dan menjadi faktor penyebab utama gagal organ. Ketidakstabilan hemodinamik ini didasari atas 3 kelainan hemodinamik utama yaitu perubahan volume sirkulasi (hipovolemia), disfungsi jantung, dan perubahan tonus vaskular (misalnya syok vasoplegik pada sepsis) yang akan mengakibatkan disfungsi organ, gagal multi-organ dan akhirnya kematian. Perkembangan pemantau hemodinamik telah bergeser dari pemantau invasif menuju kurang invasif atau minimal invasif sampai tidak invasif, dikalibrasi atau tanpa kalibrasi dengan filosofi dari pendekatan statik menuju pendekatan fungsional. Metode pemantauan curah jantung didasarkan pada Ficks principle, thermodilution, Doppler, analisa kontur nadi dan bioimpendance. Pengenalan macam-macam pemantau hemodinamik sesuai klasifikasi dan mekanisme kerjanya sangat membantu dalam mengaplikasikan pada pasien yang bertujuan memandu manajemen medis dalam pencegahan atau terapi gagal organ agar mendapatkan hasil akhir pasien lebih baik. Direkomendasikan lebih memilih teknik tidak invasif atau kurang invasif daripada teknik lebih invasif; pendekatan dinamis (kontinyu) dari pada pendekatan statis (intermitent) dan menggunakan teknik yang dikalibrasi pada pasien kritis dan tidak stabil.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

my-journal

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

We receive clinical research, experimental research, case reports, and reviews in the scope of all anesthesiology ...