Sepsis adalah disfungsi organ yang disebabkan disregulasi respons tubuh terhadap infeksi yang dapat mengancam jiwa. Akut kidney injury (AKI) adalah salah satu disfungsi organ yang dapat terjadi akibat sepsis. Mortalitas infeksiintra-abdomen yang sudah sepsis berkisar 30%-60%. Perempuan 64 tahun dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin didiagnosis Sepsis ec Peritonitis ec Gaster Perforasi dan AKI stage II. Pasien diresusitasi dan operasi, pascaoperasidirawat di ICU dengan tambahan diagnosa edema paru. Terapi untuk stabilisasi hemodinamik pada kondisi syok (cairan dan vasopressor), pemberian antibiotik, dan balans cairan negatif pada pasien dengan overload denganmonitor CVP. Pasien diberikan Albumin 25 % selama 3 hari dan pemberian diuretik Furosemid. Hari keenam, edema paru membaik dengan hemodinamik stabil, dilakukan ekstubasi. Pasien dipulangkan dengan fungsi ginjal normal serta gambaran paru dalam batas normal. European Society of Intensive Care Medicine tahun 2017 merekomendasikan resusitasi cairan dengan kristaloid, menghindari kelebihan cairan diberikan diuretik, atau diuretik ditambah albumin atau dengan renal replacement therapy (RRT) untuk pencegahan AKI dan proteksi fungsi ginjal di ICU. Penanganan yang adekuat seperti kontrol sumber infeksi, resusitasi cairan dan menghindari kelebihan cairan, antibiotika, perawatan ICU, memberikan hasil yang baik untuk pasien sepsis dengan AKI dan edema paru.
Copyrights © 2020