Terapi cairan merupakan landasan penting dalam merawat pasien kritis di intensive care unit (ICU), termasuk pasien sepsis. Terapi liberal dan goal-directed dianjurkan untuk mencapai tekanan arteri rata-rata lebih dari 65 mmHg pada tahap awal syok. Meskipun demikian, resusitasi cairan berlebihan meningkatkan tekanan hidrostatik mikrovaskular dan dapat menyebabkan akumulasi cairan interstitial. Resusitasi cairan yang memanjang berhubungan dengan kelebihan cairan dan meningkatkan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa besar hubungan antara kelebihan cairan dan angka mortalitas. Melalui studi case control, data dikumpulkan secara retrospektif dari Desember 2013 berdasarkan rekam medik di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang sampai jumlah sampel tercukupi. Subjek penelitian adalah pasien sepsis berat dan syok septik yang mendapat resusitasi early goal directed therapy. Enam puluh subjek yang memenuhi kriteria yang dibagi menjadi kelompok survivors dan non-urvivors. Kelompok non survivors ditemukan lebih banyak dengan kelebihan cairan ≥10% (73,3%) dibanding dengan kelebihan cairan <10% (26,7%). Sedangkan pada kelompok survivors ditemukan lebih banyak dengan kelebihan cairan <10% (66,7%) dibanding dengan kelebihan cairan ≥10% (33,3%). Pasien sepsis berat dan syok septik yang memiliki kelebihan cairan ≥10% mempunyai risiko kematian 5,5 kali lebih besar dibanding dengan kelebihan cairan <10%.
Copyrights © 2020