Beberapa biomarker telah diteliti sebagai suatu prediktor infeksi bakteri, seperti C-reactive protein, hitung jenis neutrofil, hitung jenis limfosit dan procalcitonin. Rasio neutrofil limfosit dan procalcitonin dapat membantu untuk menentukan suatu bakteremia dan/atau sepsis, namun procalcitonin tidak dapat diaplikasikan di semua rumah sakit karena mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitifitas dan spesifisitas pemeriksaan rasio neutrofillimfosit dibanding dengan pemeriksaan procalcitonin pada infeksi bakteri pasien sepsis.Uji diagnostik ini telah dilakukan di Ruang Unit Gawat Darurat dan HCU periode Januari–April 2017. Didapat sampel 35 pasien sepsis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dilakukan analisis univariat untuk menilai sensitifitas dan spesifitas ratio N/L dan procalcitonin menggunakan ROC curve. Nilai akurasi diukur dengan nilai Kappa. Dari 35 pasien sepsis didapatkan rata-rata usia 44 tahun, dengan perbandingan jenis kelamin pria dan wanita adalah 3:1 dimana 22 subjek (62,9%) adalah pasien syok sepsis dan 13 subjek (37,1%) adalah pasien sepsis. Penyebab sepsis terbanyak adalah infeksi intra abdomen sebanyak 15 orang (42,9%) diikuti Community-Aquired Pneumonia sebanyak 10 orang (28.6%). Rata-rata Skor SOFA pada pasien sepsis 7,11±3,056 dengan rentang skor SOFA 2 sampai 14. Ratarata ratio neutrofil/ limfosit 20,20±19,18 dengan rentang ratio N/L 1,64–95, sedangkan rata-rata PCT 11,29±14,92 dengan rentang 3,89 sampai 94,56 ng/mL. Titik potong rasio N/L 10,195 dengan sensitivitas 57,89%, spesifisitas 43,75%, positive predictive value (PPV) 0,550 dan negative predictive value (NPV) 0,467. Rasio neutrofillimfosit dibanding dengan pemeriksaan procalcitonin pada infeksi bakteri pasien sepsis pada penelitian memiliki sensitivitas 57,89% dan spesifisitas 43,75%.
Copyrights © 2020