Angka kejadian sepsis diperkirakan pada tahun 2013 terdapat sekitar 20–30 juta pasien sepsis dengan angka pertumbuhan tahunan 0,66%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi nilai procalcitonin clearance dengan angka mortalitas pada pasien sepsis di Intensive Care Unit. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional observasional analitik. Kriteria inklusi adalah pasien surgikal dan medikal yang memenuhi diagnosis sepsis usia 17−65 tahun periode Juni 2016 sampai jumlah sampel tercapai. Sampel darah diambil dari vena medianacubiti atau central venous catheter dan dilakukan pemeriksaan procalcitonin D0 dan D48. Data di analisisdengan uji statistik variabel kontinu mengggunakan uji T tidak berpasangan, data dikotomi dengan uji chi-kuadrat untuk menilai korelasi nilai procalcitonin clearance dengan angka mortalitas. Rata-rata nilai procalcitonin clearance D0 pada pasien yang hidup yaitu 26,09±21,12 lebih rendah dibanding dengan pada pasien yang meninggal 38,01±14,55. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,159 (tidak ada perbedaan bermakna nilai PCT D0 pasien yanghidup dan mati). Rata-rata nilai procalcitonin clearance D48 pada pasien yang hidup yaitu 18,10±15,37 lebih rendah dari pasien meninggal 59,74±22,09. Hasil uji statistik didapatkan p=0,000 (perbedaan bermakna nilai PCT D48 antara pasien yang hidup dan pasien mati). Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan nilai p=0,002 dengan nilai α=0,05 (p<α) dan nilai r=0,692 korelasi (kuat 0,6–0,8) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan dan korelasi kuat antara nilai procalcitonin clearence dengan angka mortalitas pada pasien sepsis diICU dan HCU RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang. Ada korelasi antara nilai procalcitonin clearance dengan angka mortalitas pada pasien sepsis di Intensive Care Unit dan High care unit RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang.
Copyrights © 2020