Saat terjadi infeksi bakteri atau inflamasi maka sel-sel hati akan memproduksi C-Reactive Protein (CRP). Padakeadaan sepsis terjadi disfungsi mikrovaskular yang merupakan prediktor kuat kematian pada pasien sepsis.Vitamin C dikenal sebagai kofaktor enzim fisiologis yang mempunyai efek memperbaiki fungsi mikrovaskular.Skor SOFA digunaan untuk melihat adanya disfungsi organ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhvitamin C terhadap penurunan nilai CRP dan skor SOFA sebagai terapi tambahan pada pasien sepsis di ruangperawatan P1, HCU, GICU.Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis berpembanding dalam bentuk buta ganda( randomized controlled trial double blind). Penelitian dilakukan di ruang perawatan P1, HCU, GICU RumahSakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin Palembang, sejak Juni 2016–Agustus 2016. Didapatkansampel sebanyak 36 pasien sepsis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Perbandingan efektivitas keduakelompok dianalisa dengan uji t. Analisa data menggunakan SPSS versi 22.0. Dari 36 responden didapatkanhasil tidak terdapat perbedaan jenis kelamin (p=0,305), usia (p=0,324), kelompok usia (p=0,082) dan pendidikan(p=0,653) antara kedua kelompok. Dengan analisa statistika didapatkan hasil terdapat perbedaan CRP (p=0,008)dan Skor SOFA (p=0,000) antara kedua kelompok dimana kadar CRP dan skor SOFA setelah pemberian vitamin Clebih rendah dibanding dengan setelah pemberian NaCl 0,9%.Pemberian vitamin C lebih efektif dibanding denganNaCl 0,9% dalam menurunkan nilai Hs-CRP dan memperbaiki kondisi klinis pasien berdasarkan nilai skor SOFA.
Copyrights © 2020