Sepsis merupakan disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat disregulasi respons tubuh terhadap infeksi. Sepsis dapat timbul dengan adanya infeksi yang diperoleh dari lingkungan masyarakat, rumah sakit, dan sistem perawatan kesehatan, di mana pneumonia merupakan penyebab utama lebih dari 50% angka kejadian sepsis pada pasien yang dimasukkan ke Intensive Care Unit (ICU). Disfagia terjadi pada lebih dari 30% pasien dengan kelainan cerebrovascular seperti stroke iskemik, stroke hemorrhagik, dan perdarahan sub arachnoid, yang menjadi faktor risiko dalam meningkatkan kejadian pneumonia aspirasi pada pasien dengan kelainan cerebrovascular khususnya pada pasien pascastroke. Laporan kasus ini membahas mengenai pasien laki-laki usia 58 tahun yang dikonsulkan untuk perawatan di ICU karena penurunan kesadaran dan sesak napas yang memberat 1 hari sebelumnya. Pasien didiagnosis dengan Community Acquired Pnemonia (CAP), Hypertensive Heart Disease (HHD), hemiparesis dekstra pascastroke iskemik, Acute Kidney Injury (AKI) dengan diagnosis diferensial acute on chronic kidney disease. Pasien diberikan ventilasi mekanik, vasopressor, dilakukan pemasangan monitor invasif, diberikan sedasi dan analgetik, diuretik, dan antibiotik empirik spektrum luas. Pasien dipindahkan ke ruang rawat pada hari ke-11 perawatan. Hal ini menunjukkan bahwa identifikasi dan resusitasi yang tepat dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas pasien dengan sepsis dan syok sepsis.
Copyrights © 2020