Majalah Anestesia & Critical Care (MACC)
Vol 38 No 3 (2020): Oktober

Perbandingan Efektivitas Analgesik Oral Controlled Release Oksikodon 10 Mg dan Parasetamol 1000 Mg dengan Tramadol 50 Mg dan Parasetamol 1000 Mg dalam Mengatasi Nyeri Pascaseksio Sesarea

Darto Satoto (Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia)
Rahendra (Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia)
Mujahidin (Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada)
Imai Indra (Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, RSUD dr. Zainoel Abidin Aceh)
Rifky Jamal (Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
12 Nov 2020

Abstract

Latar Belakang. Teknik multimodal analgesia dengan menggunakan dua atau lebih obat analgesik yang berkerja pada dua atau lebih jalur nyeri yang berbeda merupakan rekomendasi teknik manajemen nyeri akut pasca seksio sesarea. Teknik yang paling sering dipakai adalah dengan menggunakan analgesik intravena diikuti dengan penggunaan analgesik oral. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektifitas analgesik oral controlled release oksikodon 10 mg dan parasetamol 1000 mg dengan tramadol 50 mg dan parasetamol 1000 mg untuk mengatasi nyeri pascaseksio sesarea dalam 24 jam pertama. Metode. Penelitian ini menggunakan metode uji klinis prospektif acak tersamar ganda pada 58 pasien yang menjalani operasi seksio sesarea dengan anestesi spinal. Pasien dibagi menjadi dua kelompok sama besar untuk penanganan nyeri pascabedah. Kelompok oksikodon sebanyak 29 orang diberikan oksikodon controlled release 10 mg oral setiap 12 jam dan parasetamol 1000 mg oral setiap 8 jam sedangkan kelompok tramadol sebanyak 29 orang diberikan terapi tramadol 50 mg oral tiap 6 jam dan parasetamol 1000 mg oral tiap 8 jam. Penilaian nyeri pascabedah menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) dalam posisi duduk, istirahat, menarik napas, dan interval waktu yang berbeda yaitu jam ke-1, 6, 12, 18, dan 24 pascapemberian obat pertama. Data yang terkumpul dianalisa lebih lanjut dengan secara statistik. Hasil. Oksikodon controlled release 10 mg dan parasetamol 1000 mg lebih efektif dibandingkan tramadol 50 mg dan parasetamol 1000 mg dalam mengatasi nyeri pascaseksio sesarea dengan NRS kelompok oksikodon lebih rendah secara signifikan dibandingkan kelompok tramadol pada tiap posisi pengukuran (P < 0,001). Kesimpulan. Oksikodon 10 mg CR oral ditambah dengan parasetamol 1000 mg lebih efektif untuk mengatasi nyeri pascaseksio sesarea dibandingkan dengan tramadol 50 mg oral ditambah dengan parasetamol 1000 mg.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

my-journal

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

We receive clinical research, experimental research, case reports, and reviews in the scope of all anesthesiology ...