Tulisan ini membahas temuan penelitian dari model Terapi Tari Bali sebagai strategi intervensi yang baru. Model ini menggunakan tarian tradisional Bali sebagai media metode intervensinya. Penelitian ini dilakukan di Bali, dengan melibatkan peserta yaitu pasangan suami istri sebagai informan yang mengalami kondisi kekerasan seksual: suami sebagai aktor dan istri sebagai korban. Penelitian ini sendiri menggunakan metode penelitian kualitatif. Sebagai hasil dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa melalui Model terapi ini, interaksi antara suami dan istri dapat kembali harmonis, karena melalui gerakan tari dalam terapi ini mereka membangun kehidupan yang lebih baik dan bermakna. Sebagai kesimpulan, gerakan tari Bali yang terlibat dalam paket model terapi tari dapat digunakan sebagai terapi untuk tujuan: (1) Membangun hubungan manusia dalam keluarga untuk mendapatkan kembali kehidupan keluarga yang harmonis; (2) Mencapai keluarga balancing diri untuk kehidupan yang lebih baik.
Copyrights © 2016