Tulisan ini menyajikan deskripsi media masa kini berkembang pesat sebagai akibat kemajuan teknologi media. Kemampuan tekhnologi media saat ini mengakibatkan media dapat menjangkau masyarakat dengan cakupan area yang sangat luas. Begitu juga, media memiliki kemampuan memperharui (update) isi media dengan cepat. Kemampuan media demikian mengakibatkan kecepatan media yang tinggi dalam menjangkau masyarakat luas dan memperbaharui informasi yang diperoleh masyarakat, sehingga terciptalah ketergantungan masyarakat kepada media. Namun, ketergantungan masyarakat kepada media dimanfaatkan oleh para pemilik media untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya demi mempertahankan eksistensi media. Pengelola media memproduksi isi media sedemikian rupa sehingga membuat media menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi masyarakat karena ketagihan mengkonsumsi isi media yang melambungkan angan-angan dan imajinasi warga masyarakat. Keadaaan masyarakat yang demikian menandakan bahwa masyarakat berada dalam apa yang dikenal dengan sebutan kesadaran palsu. Fenomena ini tampak dengan munculnya budaya pop, misalnya dengan merebaknya K-Pop di Indonesia. Maka, tidaklah mengherankan jika saat ini sering dijumpai kaum muda Indonesia yang menampilkan gaya busana, rambut dan make-up wajah seperti para artis musisi dan aktor sinetron dari Korsel.Tidaklah dilarang untuk bergaya hidup seperti K-Pop. Namun perlu dikritisi apakah menerapkan budaya pop semacam ini akan lebih banyak bermanfaat atau merugikan bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, perlu ditingkatkan sosialisasi dan diseminasi mengenai literasi media bagi masyarakat, yaitu kemampuan masyarakat mengakses sekaligus menganalisis dampak media bagi kehidupan masyarakat itu sendiri.
Copyrights © 2017