Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan peneliti pada interaksi simbolik Komunitas Taring Babi yang berpenampilan eksentrik dengan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi antarbudaya yang dibangun oleh Komunitas Taring Babi dengan masyarakat sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deksriptif. Oleh karena itu untuk memenuhi data yang ada, peneliti memilih tiga informan dalam penelitian ini adalah komunitas taring babi, tokoh formal dan tokoh informal. Pemilihan informan menggunakan teknik sampling purposif, sedangkan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya yang dilakukan membuat Komunitas Taring Babi dapat diterima keberadaannya oleh masyarakat sekitar.
Copyrights © 2018