Pemikiran dalam artikel ini diawali oleh penelitian lapangan pada saat upacara Ngarot dilakukan oleh masyarakat Lelea di Kabupaten Indramayu pada 2011. Upacara Ngarot dilaksanakan oleh masyarakat Lelea pada setiap tahunnya setelah panen dan menjelang penggarapan sawah pada masa berikutnya. Sebagai sebuah budaya tradisional yang masih hidup berkesinambungan ini sangat menarik untuk dikaji lebih mendalam dari berbagai sudut pandang. Budaya Ngarot yang berkembang saat ini sudah tentu mengalami perubahan dari masa yang lalu. Perubahan tersebut tidak digali datanya dalam artikel ini, sebab harus menggunakan pendekatan diakronik yang membutuhkan waktu yang panjang. Penelitian ini berusahan menggambarkan realita budaya Ngarot dengan analisis estetik pada beberapa bagian atribut visual pada seni pertunjukannya. Dari hasil penelitian ini ditindaklanjuti dengan refleksi atas semua realita budaya sebagai landasan untuk pemikiran ke arah reaktualisasi budaya Ngarot agar bisa dipertahankan dan dikembangkan.
Copyrights © 2021