Media sosial berpotensi untuk mempromosikan produk mulai dari barang, jasa, atau informasi yang dapat disampaikan dengan cepat. Masalah atau fenomena sosial mengenai kekerasan visual atau cyberbullying merupakan bentuk keresahan bersama, sehingga Kementerian Informasi dan Komunikasi (KOMINFO) bekerja sama dengan Tiktok untuk menggalakkan kampanye #CiptakanKebaikan untuk memberikan pemahaman dan menciptakan bentuk percakapan digital di era saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana peneliti melihat bagaimana kampanye ini terbentuk sehingga membentuk Literasi Digital berbasis Dakwah. Peneliti menggunakan pendekatan Analisis Isi sebagai bentuk yang akurat untuk merefleksikan bagaimana analisis dibangun dalam kampanye. Peneliti menganalisis seluruh konten terkait #CreateKebaikan untuk melihat bagaimana implementasi kampanye ini dapat dimanfaatkan oleh media sosial Tiktok dan implikasi konten tersebut untuk membangun pemasaran dakwah. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga konten yang digunakan dalam kampanye #CiptakanKebaikan dalam upaya peningkatan dakwah melalui digitalisasi media diantaranya storytelling, sharing, dan experience.
Copyrights © 2022