Industri perhotelan di indonesia semakin berkembang dengan pesat. Perkembangan ini diikuti oleh kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya informasi yang membawa persaingan dibidang jasa akomodasi. Perkembangan ini berdampak pula pada banyaknya tamu yang masuk (Chek-in ), pemesanan kamar dan tamu keluar (Chek-out), yang semakin bertambahnya sistem operasional yang harus dilakukan setiap hari. Permaslahan yang dihadapi oleh D’GRIA HOTEL tersebut pada bagian Front Office, dimana kegiatanya mengenai (cek-in room), pemesanan kamar ( reservation room ), (meeting room), dan (weeding). Sering kali mengalami kekeliruan dalam pendataan customer yang akan berdampak pada pelayanan yang diberikan oleh D’GRIA HOTEL kepada customer. Selain itu juga data – data kamar kurang terkontrol, dimana akan menyulitkan karyawan hotel khususnya pada saat ada tamu yang akan melakukan penginapan. Selain itu juga dalam merekapitulasi data – data kamar dan pendapatan hotel tersebut. EN-US;mso-bidi-language:AR-SA;mso-bidi-font-style:italic'> dan k-Nearest Neighbor (k-NN) sebagai pembanding. Metode Naïve Bayes menggunakan grid-area 1m x 1m memberikan hasil estimasi lokasi dengan akurasi tertinggi. Orientasi pengukuran yang berbeda memberikan hasil estimasi lokasi yang berbeda. Selain itu sistem ini juga mampu menentukan di lantai berapa posisi objek berada.
Copyrights © 2015