Jurnal Ushuluddin
Vol 16, No 2 (2013): Juli - Desember 2013

MENGUAK DIMENSI SUFISTIK DALAM INTERPRETASI AL-QUR’AN

Afrizal Nur, Afrizal Nur (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Jan 2015

Abstract

Pada awalnya Islam tidak mengenal ilmu dan gerakan mistik atau batin, Nabi Muhammad membawa al-Qur’an yang mengajarkan bahwa Allah itu pembuat undang-undang dan memerintahkan manusia untuk melaksanakan aturan perundangg-undangan tersebut. Seiring dengan meluasnya Ekpansi Islam dan pemeluknya semakin lama semakin banyak sehingga terjadi pengaruh-pengaruh luar salah satunya adalah mistik. Dinamika aliran mistik (tasawuf) selalu mengalami pasang surut dalam tradisi pengkajian al-Qur’an seiring perkembangan dan kemajuan zaman pada saat sekarang ini, namun keberadaannya tetap menjadi kewaspadaan kita bersama karena aliran ini selalu berusaha mencari tempat berpijaknya yaitu teks ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan sebagai landasan utama dari ajarannya. Pengikut aliran ini seringkali menjadikan al-Qur’an sebagai al-Makhtutat atau dasar pijakan yang akan mereka tempuh. Mereka berpikir bahwa disamping dalil berupa teks lahir ayat terkandung substansi makna yang lebih dalam lagi yaitu makna batin yang tersembunyi disebalik teks tersebut. Tulisan yang sederhana ini mengajak kita kembali menumpukan perhatian kita untuk tetap serius mewaspadai keberadaan interpretasi al-Qur’an dengan pola sufistik yang menyimpang

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

Ushuluddin

Publisher

Subject

Religion Social Sciences

Description

Ushuluddin (Online ISSN 2407-8247 | Print ISSN 1412-0909) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Ushuluddin terbit pertama kali pada Bulan Desember 1998 dengan nama Jurnal Ushuluddin Cendikia. Pada tahun 2000 namanya berganti ...