. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik dan perilaku lentur balok komposit betonkayu. Balok komposit berdimensi 5x10x115 cm diuji lentur dengan pembebanan terpusat ditengah bentang dengan jarak antara dua tumpuan 83 cm. Beton menggunakan perbandingan campuran 1:2:3. Balok dibagi menjadi 3 tipe (A, B, dan C) untuk masing-masing penggunaan kayu Kamper dan Bangkirai. Tipe A memiliki lapisan kayu atas dengan tebal 1 cm dan kayu bawah 0.5 cm. Tipe B memiliki lapisan kayu atas dengan tebal 0.5 cm dan kayu bawah 1 cm. Tipe C memiliki lapisan kayu dengan tebal 0.5 cm yang ditempatkan di sisi kanan dan kiri balok. Semua tipe balok menggunakan paku sebagai penghubung antara beton dan kayu. Modulus of Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR), kekakuan balok, serta pola kerusakan beton menjadi parameter-parameter dalam proses identifikasi dan analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balok komposit dengan kayu bangkirai memiliki nilai MOE dan MOR lebih tinggi dibandingkan balok yang menggunakan kayu kamper. Nilai MOE, MOR dan kekakuan tertinggi berturut-turut adalah 959808.49 kg/cm² pada balok AB, 229.45 kg/cm² pada balok CB, dan 706.09 kg/cm² pada balok AB. Kerusakan pada semua balok hampir sama yaitu belah pada lapisan kayu, retak pada beton, dan pergeseran paku. Retak pada beton merupakan jenis retak lentur. Balok komposit dengan lapisan kayu bangkirai cenderung lebih kaku dibandingkan balok komposit yang menggunakan kayu kamper.Kata kunci: balok komposit, beton, kayu, retak lentur
Copyrights © 2015