The more rapid development can cause a lot of forest area to be converted into plantation areas, settlements, tourism objects and the construction of highways. This is the cause of the damage to the forest ecosystem which is the habitat of wildlife including mammalia. Mount of Salahutu Protection Forest is one of the areas designated on the island of Ambon as a protected area for nature.This study aimed to determine the species and distribution of mammalia found in the Mount of Salahutu Protection Forest. The research area was grouped into 3 blocks, namely Morela Village (western part), Liang Village (northern part) and Waai Village (eastern part). In each village block, 3 plots of observation were made with criteria for land use types, namely beaches, plantations and forests. The method of observing mammalia was done by using the Kings method and observing vegetation based on the method of Check Line Analysis on the observation lines. Data analysis on mammalian species was carried out descriptively by discussing data on species of mammalia found at each data collection location.The species of mammalia found at the data collection site are 11 species. Of the 11 species found there were 7 species which were species of wildlife and 4 species were species maintained by the community. Of the 11 species of mammalia found there were 3 species which were protected species and 8 species of mammalia were unprotected species. The protected species were Kus-kus Potar (Phalanger maculates), Kus-kus Siha (Phalanger dendrolagus) and deer (Cervus timorensis). The distribution of mammalia species in the 3 research blocks used as data collection locations was in the village of Waai there were 10 species of mammalia, Liang village were 9 species of mammalia and Morela village were 10 species of mammalia.Semakin pesatnya pembangunan dapat menyebabkan banyak areal hutan yang dikonversi untuk menjadi areal perkebunan, pemukiman, objek wisata serta pembangunan jalan raya.Hal inilah yang menjadi penyebab rusaknya ekosistem hutan yang merupakan habitat dari satwaliar termasuk jenis mamalia.Hutan Lindung Gunung Salahutu merupakan salah satu kawasan yang ditetapkan di pulau Ambon sebagai kawasan perlindungan terhadap alam yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan sebaran mamalia yang terdapat pada Hutan Lindung Gunung Salahutu. Areal penelitian dikelompokkan atas 3 blok yaitu Desa Morela (bagian barat), Desa Liang (bagian utara) dan Desa Waai (bagian timur). Pada setiap blok desa dibuat petak-petak pengamatan sebanyak 3 petak dengan kriteria tipe penggunaan lahan, yaitu pantai, perkebunan dan hutan. Metode pengamatan mamalia dilakukan dengan menggunakan metode Kings dan pengamatan terhadap vegetasi berdasarkan metode Analisis Garis Berpetak pada jalur-jalur pengamatan. Analisis data terhadap jenis mamalia dilakukan secara deskriptif dengan membahas data jenis mamalia yang ditemukan di setiap lokasi pengumpulan data. Jenis mamalia yang ditemukan pada lokasi pengumpulan data ada 11 jenis.Dari 11 jenis yang ditemukan ada 7 jenis yang merupakan jenis satwaliar dan 4 jenis merupakan jenis yang di pelihara oleh masyarakat.Dari 11 jenis mamalia yang ditemukan terdapat 3 jenis yang merupakan jenis yang dilindungi dan 8 jenis mamalia merupakan jenis yang tidak dilindungi. Jenis yang dilindungi tersebut adalah kus-kus potar (Phalanger maculates), kus-kus siha (Phalanger dendrolagus) dan rusa (Cervustimorensis). Sebaran jenis mamalia pada 3 blok penelitian yang dijadikan lokasi pengumpulan data yaitu pada desa Waai terdapat 10 jenis mamalia, desa Liang 9 jenis mamalia dan desa Morela 10 jenis mamalia.
Copyrights © 2018