Desa Pagerbarang memiliki luas 263,97 m2 dengan topologi persawahan. Ketika musim kemarau, hanya sebagian petani yang memiliki sumur melakukan penanaman padi atau palawija. Namun lebih memilih mengistirahtkan lahan karena biaya operasional mengairi sawah tinggi, yaitu 30-50 ribu setiap 3-5 hari sekali. Hal ini mengakibatkan hasil panen mengalami penurunan 20-30% jika telat melakukan pengairan. Desa Pagerbarang yang mendapatkan sinar matahari lebih dari 10 jam dapat dimanfaatkan panel surya sebagai sumber listrik alternatif. Tujuan pengabdian adalah untuk mengetahui cara merakit alat penyiraman otomatis berbasis panel surya. Kegiatan diawali dengan survey dan dieroleh masalah kesulitan dalam pengairan sawah. Kemudian dilanjutkan kegitan penyuluhan dan pelatihan mengenai alat-alat yang dibutuhkan dalam membuat penyiraman otomatis berbasis panel surya. Akhir dari pelatihan, petani Desa Pagerbarang dapat merakit alat penyiraman otomatis berbasis panel surya.
Copyrights © 2022