Perancangan infografis memang tidak mudah, karena perancang perlu memilah informasi penting yang ingin disampaikan secara komplit pada keterbatasan sebuah bidang media. Agar tampilan pada infografis tampak menarik, perancang perlu memilih elemen visual (termasuk warna, gambar, ikon, chart, dsb) agar sesuai dengan tema. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari studi Visual Information Flows yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan penemuan bahwa mahasiswa lebih mementingkan nilai estetika dari preferensi pribadi dibanding alur informasi visual yang hendak dilihat oleh si pembaca. Maka, selanjutnya dilakukan riset pada visual infografis yang pernah dibahas pada artikel Arslan & Toy (2015) yaitu warna, tipografi, tata letak dan komposisi, dan visual. Ke-empat elemen ini merupakan visual yang dikomunikasikan pada sebuah infografis. Dengan metode pengumpulan data mixed methods dengan kajian terhadap 65 karya infografis mahasiswa, dan studi literatur, peneliti menemukan bahwa mahasiswa lebih banyak menggunakan warna yang sesuai dengan tema, tipografi sebagai teks dengan jenis regular – sans serif, tata letak vertikal secara terstruktur, dan banyaknya penggunaan chartjunks pada visual. Dari hasil survey juga menemukan bahwa dari ke-4 elemen visual, yang menjadi pertimbangan utama dalam perancangan infografis adalah tata letak dan komposisi nya. Menurut hasil wawancara dengan dosen team teaching, bahwa secara estetika, tampilan desain infografis karya mahasiswa memiliki taste yang sangat baik dalam penyajiannya. Penggunaan visual pada infografis juga diluar ekspektasi karena dianggap kreatif dan sesuai dengan tema.
Copyrights © 2022