Bioscientiae, Jurnal ilmu ilmu Biologi
Vol 1, No 2 (2004): Bioscientiae Volume 1 No 2

SELEKSI IN VITRO TANAMAN ABAKA ( M U S A T E X T I L I S M U S A T E X T I L I S M U S A T E X T I L I S M U S A T E X T I L I S NEE) DENGAN NEE) DENGAN NEE) DENGAN NEE) DENGAN FILTRAT FILTRAT FILTRAT FILTRAT F U S A R I U M O X Y S P O R U M F U S A R I U M O X Y S P O R U M F U S A R I U M O X Y S P O R U M F U S A R I U M O X Y S P O R U M UNTUK KETAHANAN TERHADAP UNTUK KETAHANAN TERHADAP UNTUK KETAHANAN TERHADAP UNTUK KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM PENYAKIT LAYU FUSARIUM PENYAKIT

Fitri Damayanti (Jurusan Biologi FMIPA Universitas Mulawarman Jl. Barong Tongkok No. 4 Kampus Gunung Kelua, Samarinda)



Article Info

Publish Date
25 Mar 2018

Abstract

Permasalahan dalam usaha pertanaman abaka adalah serangan penyakit layu Fusarium akibat jamur F u s a ri u m o x y s p o r u m .  Varietas yang tahan penyakit tersebut sampai saat ini belum ada.  Perbaikan tanaman terutama sifat ketahanan terhadap penyakit dapat dilakukan melalui peningkatan keragaman somaklonal yang diikuti dengan seleksi i n v itr o . Peningkatan keragaman somaklonal tanaman abaka dilakukan dengan menggunakan mutagen fisik yaitu radiasi sinar gamma dengan dosis radiasi 0, 0,5; 1, 1,5; 2, dan 3 Krad yang dilakukan pada kalus embriogenik.  Semakin tinggi dosis radiasi maka semakin rendah kemampuan kalus untuk beregenerasi. Pada dosis radiasi 3 Krad kalus tidak dapat beregenerasi dan mengalami kematian.  LD50 diperoleh pada kisaran dosis 1-1.5 Krad. Seleksi i n v itr o dilakukan dengan menggunakan filtrat yang diisolasi dari F . o x y s p o r u m melalui dua tahap berurutan, dimana pada seleksi tahap II konsentrasi filtrat dinaikkan satu tingkat dari seleksi tahap I.  Konsentrasi filtrat yang dicobakan adalah 0, 10, 30, dan 50%.  Seleksi tahap I pada tunas yang dihasilkan dari kalus yang telah diradiasi dalam media yang mengandung filtrat menunjukkan semakin tinggi konsentrasi filtrat semakin rendah daya hidup tunas.  Pada seleksi tahap II dimana konsentrasi filtrat ditingkatkan, tunas dari kalus hasil radiasi dapat hidup pada media seleksi.  Pada media seleksi silang yang mengandung 75 ppm asam fusarat, tunas yang tahan filtrat F . o x y s p o r u m tahan juga terhadap asam fusarat.  Perlakuan radiasi dapat meningkatkan persentase daya tahan tunas dalam media seleksi.

Copyrights © 2004






Journal Info

Abbrev

bioscientiae

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Immunology & microbiology Veterinary

Description

Jurnal Ilmiah BIOSCIENTIAE adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat untuk mempublikasikan karya ilmiah mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang biologi. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Bioscientiae akan ditelaah oleh ...