Pendayagunaan merupakan salah satu fungsi dari Lembaga Amil Zakat. Sesuai dengan fungsinya, LAZISMU Lhokseumawe menciptakan berbagai macam program kerja melalui beberapa bentuk untuk menjalankan tugasnya. Pelaksanaan tugas-tugas ini memerlukan peran actuating agar pendayagunaan dapat terealisasi dengan baik. Adapun maksud dari penelitian ini ialah untuk meninjau pengimplementasian actuating di LAZISMU Lhokseumawe sehingga dapat melaksanakan pendayagunaan, serta melihat sejauh mana actuating dan pendayagunaan tersebut telah terlaksana.Penelitian ini bersifat kualitatif dengan sumber data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan penyebaran angket. Penelitian ini menggunakan teori fungsi manajemen oleh George R. Terry yaitu actuating. Adapun indikatornya meliputi motivating, directing, communicating, serta leading. Selanjutnya, data yang diperoleh akan dianalisis dengan melakukan reduksi, penyajian, dan verifikasi.Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa indikator actuating yang lebih dominan diimplementasikan di LAZISMU Lhokseumawe terkait pendayagunaan dana zakat dan infak ialah leading. Melalui pengimplementasian fungsi actuating, berbagai bentuk program pendayagunaan dapat diciptakan dan dilaksanakan sesuai empat bentuk pendayagunaan.Terkait peningkatan actuating, indikator directing perlu perhatian lebih karena masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan pedoman khusus terkait pelaksanaan pendayagunaan di LAZISMU Lhokseumawe.
Copyrights © 2021