This article discusses street art in the narrative of a city in order to see the phenomenon and role of a piece of art as the media of communication between artist and community. This research uses descriptive method with observation technique with a number of cases studies to delve into a number of artworks, specifically fine arts. Through case studies, a graffiti artist known as Bujangan Urban in Jakarta and an installation work of giant feet of Dunani in Yogyakarta, it is revealed that artworks are not merely a form of ideas channeling, expression, and artist’s creativity, but also as medium to pass on criticism, representing people’s feeling, and also a medium for community to voice their concern to the authority in a particular city.Artikel ini membahas tentang street art dalam narasi sebuah kota untuk melihat fenomena dan peran suatu karya seni sebagai media komunikasi antara seniman dengan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui teknik observasi dengan beberapa studi kasus untuk melihat beberapa peran karya seni, khususnya seni rupa. Melalui studi kasus, seorang seniman grafiti dengan julukan Bujangan Urban di Jakarta serta karya instalasi kaki raksasa Dunani di Yogyakarta, dapat dilihat bahwa karya seni tidak hanya sebagai bentuk penyaluaran ide, ekspresi, dan kreativitas seniman, tetapi juga dapat berperan sebagai media untuk menyampaikan pesan, mewakili perasaan masyarakat, dan juga sebagai media penyampaian kritik bagi suatu komunitas (masyarakat) kepada para penguasa pada suatu kota tertentu.
Copyrights © 2018