Sebagai seni rupa terapan, tidak hanya sekadar cantik, seni perhiasan mampu menjadi media berkomunikasi. Penyampaian pesan melalui perhiasan dapat dilakukan secara implisit maupun eksplisit. Dalam pengantar karya ini, dipaparkan bagaimana karya seni perhiasan terinspirasi dari rasa empati. Ide dalam penciptaan perhiasaan dalam karya ini berangkat dari seorang sahabat wanita yang mengidap penyakit ITP atau Isotopenic Thrombocithopenia Purpura; sebuah penyakit langka yang 80% kasusnya terjadi pada perempuan dan anak- anak. Penyakit langka ini menyebabkan tubuh penderitanya rentan mengalami perdarahan. Para penderita yang mampu bertahan (survivor), bangkit dari tahapan berduka (step of grief) dan berkarya dalam kehidupannya di lingkungan urban. Tahapan dari sisi psikologis ODAPI (Orang dengan ITP) inilah yang akan diangkat menjadi tema dalam karya seni perhiasan dalam pengantar karya ini.
Copyrights © 2017